Kalo kamu pikir langit itu biru (cerah penuh awan), kamu hanya melihatnya sedikit. Langit itu pekat dan gelap, dan bagiku indah. Langit itu luas menebas jarak, dan bagiku mengagumkan. E.H

Tuesday, February 23, 2016

manusia serakah

serakah /se.ra.kah/ [a] selalu hendak memiliki lebih dari yang dimiliki; loba; tamak; rakus: meskipun sudah kaya, ia masih -- juga hendak mengangkangi harta saudaranya.

Sebenernya yang pengen dibahas di sini bukan serakah dalam artian sebenarnya, serakah dalam artian tamak pada harta. Serakah yang ingin aku bahas di sini adalah serakah pada angan2 manusia, serakah pada gemerlap dunia yang semu.

Kita seringkali lupa, bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Padahal Allah berfirman dalam Q.S Al-Ankabut: 64 Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.
Dan sebenernya masih banyak lagi dalam Al-Quran mengenai dunia ini hanya sementara: Q.S Al-An'am:32, Q.S Muhammad: 36, Q.S Al-Hadid: 20.

Angan-angan manusia begitu panjang jika dibandingkan dengan usia yang mampu ia perjuangkan.. Menginginkan banyak hal dan lupa bahwa hidup ini hanyalah bagian dari sebuah perjalanan pulang..

Ya, kita semua berasal dari akhirat. Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.. Lalu ruh kita ditiupkan ke rahim ibu kita. Kita lupa dengan persaksian kita, tapi Allah mengingatkan dengan firman-Nya..
Dunia ini hanya sebuah perjalanan.. Suatu hari kita akan mati, dengan cara itulah kita akan kembali ke kampung halaman kita yang abadi..

Kita selalu bermimpi yang kelewat batas, tidak sadar bahwa kita bisa mati kapan saja. Berkhayal sampai melena kan diri, lupa bahwa ia tidak akan singgah selamanya di sana, ia harus maju terus karena dia akan pulang.
Mimpi yang hanya dilamunkan dan tidak disertai dengan tindakan akan menghasilkan angan2 palsu, pikirannya berisi indah dunia hingga lupa kemana dia akan pergi, karena semua manusia akan pulang..

Lalu apa yang sebaiknya kita isi dari perbekalan kita diperjalanan pulang dan oleh2 yang akan kita bawa ke "rumah" kita.. Apakah buah2an yang ranum, khamr yang tidak memabukkan. Ataukah kita membawa oleh2 buah zaqqum yang akan membakar tubuh, minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
Itu semua pilihan, bagaimana cara kita pulang dan membawa oleh2 itu.. Petunjuk telah diberikan, dan pada akhirnya terserah manusia yang akan menjalaninya nanti.

Bahwa Allah tidak mendzalimi seorang pun, melainkan orang itu sendiri yang mendzalimi dirinya sendiri. Karena jalan pulang menuju yang Allah ridhoi tidaklah mudah, karena orang2 terdahulu pun menjalaninya dengan semua penderitaan yang ikhlas mereka terima untuk pulang ke rumah yang abadi lagi membahagiakan.


salaam,..

No comments:

Post a Comment

terimakasih untuk selalu berkomentar baik ;)

Large Grey Polka Dot Pointer