Kalo kamu pikir langit itu biru (cerah penuh awan), kamu hanya melihatnya sedikit. Langit itu pekat dan gelap, dan bagiku indah. Langit itu luas menebas jarak, dan bagiku mengagumkan. E.H

Monday, May 20, 2013

tuduh-menuduh

ahad, 19 Mei kemarin materi liqanya tentang hukum bermuamalah, bermuamalah dengan siapa? dengan sesama manusia, baik yang beragama Islam maupun selainnya. agama Islam ini sangat komplit dalam mengatur manusianya, termasuk dalam bermuamalah dengan sesama manusia juga loh, khususnya yang akan kita bahas kali ini adalah tentangperkara tuduh menuduh..

kenapa sih perkara tuduh menuduh ini menjadi tema khusus kemarin? karena pasalnya dijaman yang dewasa ini, tuduh-menuduh adalah menjadi hal yang biasa dan lumrah. padahal sesungguhnya perkara ini sudah Allah atur sedemikian rupa agar membuat kita menjadi seseorang yang senantiasa berhusnudzon dan berhati-hati dalam menyampaikan tuduhan.

orang yang seenaknya menuduh orang lain berbuat dzalim/buruk tanpa memiliki saksi dan bukti yang jelas digolongkan dalam kategori orang-orang fasik. seperti pada firman Allah dalam QS. An-Nuur : 4 berikut:

Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan terhormat (berbuat zina), kemudian itu tidak mengemukakan empat saksi, maka hendaklah mereka didera delapan puluh kali dera­an, dan janganlah diterima ke­saksian dari mereka selama ­lamanya. Itulah orang-orang fasik.

ayat di atas tidak hanya berlaku untuk orang-orang yang menuduh wanita baik-baik berzina, tetapi juga untuk semua perkara tuduhan.. nah untuk tafsiran surat di atas bisa dicari sendiri yaa ^__^

lanjuut, bagi orang yang menuduh (dalam hal apapun) WAJIB membawa saksi dan atau barang bukti, jika dia tidak membawa saksi maka hukumannya adalah dera dan kesaksiannya tidak diterima untuk selama-lamanya.. *hii, serem ya.. makanya jangan main-main dengan tuduhan ;) *

nah, tapii bagi yang dituduh, dia tidak perlu membawa saksi atau barang bukti, cukup dengan dia bersumpah “saya bersumpah tidak melakukan …..” , seperti yang Rasulullah SAW sebutkan dalam hadist Arba’in ke 33 berikut:

Dari Ibnu Abbas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika semua orang diberikan (apa yang mereka dakwakan) hanya dengan dakwaan mereka, maka akan banyak orang yang mendakwakan harta dan jiwa orang lain. Tapi yang mendakwa harus mendatangkan bukti dan terdakwa yang mengingkari harus bersumpah.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dan yang lain demikian, dan sebahagiannya diShahihain)

penuduh akan tetap dikenai hukuman jika tidak membawa saksi/bukti, sekalipun tuduhannya benar (dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, dsb). hal ini agar kita berpikir berulang kali berulang kali dalam menyampaikan tuduhan.

dan meskipun tuduhannya itu benar (penuduh tidak membawa saksi) tetapi yang tertuduh itu ternyata berani bersumpah, maka perkara selesai :) *kok gitu siiih? enak banget! kan orangnya beneran salah!! sebel deeeh, blablabla*

iya siih, nyebelin.. hehe tapi itulah hukum Islam, Islam itu sangat toleran bahkan bagi ‘pendosa’ sekalipun.. jika memang hal itu ternyata benar tetapi dia masih saja berani bersumpah, cukuplah itu menjadi urusannya dengan Allah.. seperti pada hadits Al-Asy’ats bin Qais riwayat Al-Bukhari dan Muslim dalam kisah Al-Asy’ats dengan anak pamannya berikut:


Berkata Al-Asy’ats: Terjadi perselisihan antara aku dengan seseorang tentang sebuah sumur. Kamipun mengangkat permasalahan tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Datangkanlah dua saksi atau dia akan bersumpah.” Akupun berkata: “Kalau begitu dia akan dengan mudah bersumpah dan tidak peduli. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: “Barang siapa yang bersumpah untuk mendapatkan harta dan ia berdosa di dalamnya, ia akan bertemu Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.

Maka Allah menurunkan ayat yang menegaskan hal tersebut, kemudian beliau membaca:

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Ali Imran [3]: 77)

kenapa coba mesti bawa saksi? soalnya siapa tau dia itu salah lihat, atau mungkin Allah masih berharap orang tersebut untuk bertaubat.. kalau sampai ada 4 orang saksi, itu berarti orang tersebut sudah melakukan maksiat secara terang-terangan kan? *ituma udah keterlaluan banget berarti*

ya gitu deh sob, semoga kita senantiasa mesjadi manusia yang mengutamakan prasangka baik yaa kepada siapapun ;) jangan menuduh orang lain, apalagi kalau cuma menyebar gosip *yang kita sendiri ga lihat, cuma denger2 doang*.. duh, jangan deh ya.. kasian tetangga kita, saudara kita, teman kita :)

yuk berusaha jadi manusia yang baik akhlaqnya.. allahu’alam..

salaam,

No comments:

Post a Comment

terimakasih untuk selalu berkomentar baik ;)

Large Grey Polka Dot Pointer