Kalo kamu pikir langit itu biru (cerah penuh awan), kamu hanya melihatnya sedikit. Langit itu pekat dan gelap, dan bagiku indah. Langit itu luas menebas jarak, dan bagiku mengagumkan. E.H

Tuesday, October 9, 2012

skotádi afasia diafaní̱s

tau kisahnya Helen Keller kan?? kisah seorang wanita yang buta, bisu dan tuli?? luar biasa, dengan segala kekurangannya beliau masih bisa produktif dan mampu menjadi inspirasi bagi kita-kita yang memiliki “kelebihan”..

ya,, sedih sekali ketika kita mendengar atau membaca kisahnya mba Helen *sok akrab*.. dapat dibayangkan, hidup di dunia ini dengan kegelapan, tidak tau warna, tidak tau bentuk, yang ada dalam pikirannya adalah hanya apa yang bisa ia bayangkan.. tapi bagaimana bisa?? membayangkan sesuatu yang sebelumnya pun ia tidak tau??? ah, belum lagi hidup dengan kebisuan, tanpa dapat mengungkapkan rasa kesepiannya dengan kata-kata, rasa kesal, keinginan, ia tidak bisa memberitau orang lain apa yang sebenarnya ia ingin kan.. siapa yang memahami?? ia hanya bisa mengamuk, karena tak dapat mengungkapkan perasaannya dan orang-orang disekitarnya tak dapat mengerti.. belum lagi ia tak dapat mendengar.. disekelilingnya sepi.. entahlah, bahkan mungkin ia tak dapat mendengar semilir angin yang lembut… hening, sepi, kosong… ia hanya merasa sendiri.. hanya tiba-tiba merasakan ada orang yang menyentuh, tapi ia tak mengerti makhluk seperti apa yang menyentuhnya..
apel, yaa.. mungkin ia juga tak mengerti bentuk apel… dalam otaknya mungkin tergambar berbentuk bulat.. apa? bulat?? memang sebelumnya ia tau bulat itu seperti apa?? hah, lelah sepertinya, dan sedih sekali… saya yakin, mba Helen juga tidak menginginkan kondisi seperti ini… sepi, gelap, hening..

teringat novel Tere-Liye yang berjudul “Moga Bunda diSayang Allah”.. hmm, tere liye pun membuat novel ini terinspirasi dari kisahnya mba Helen.. anak perempuan yang tak mengerti tentang kondisinya, yang tidak mau makan dan hanya mengacak-acak makanannya, membuang-buang makan, hanya bisa mengamuk, memukul, menangis… setiap baby sitter yang datang hanya dapat bertahan paling lama itu 1 minggu.. bayangkan, mengapa tak sanggup dan tak mau mengurus anak manis yang hanya tak dapat melihat tak dapat berbicara dan tak dapat mendengar pun tak mauu??? kenapa??? ya Allah,, bunda itu sabar sekali.. ia hanya dapat menangis, dengan sabar menuntun gadis kecilnya untuk dapat belajar makan, walaupun pada akhirnya ia membuang kembali sendok yang diberikan, mengacak-acak lagi makanannya, melempari bunda dengan makanan yang dapat dipegangnya.. tapi bunda tak pernah benci, bahkan ia merasa kasihan.. bahkan bunda ingin sekali mengganti posisinya dengan posisi gadis kecilnya itu.. sedih memang,, apalagi ketika yang mengajar anaknya kali ini seorang lelaki yang menurut bunda tak memiliki perasaan.. ketika anaknya mengamuk, lelaki itu menyimpannya sendirian di dalam ruangan sampai gadis kecil itu diam, membawanya dengan kasar.. walau pada akhirnya gadis kecil itu menemukan caranya sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain…

aaahh,, terkadang saya berpikir, mereka yang memiliki kekurangan itu beruntung juga… yang buta, ia tak pernah melihat sesuatu yang diharamkan Allah untuk melihat.. matanya bersih dari kemaksiatan, ya Allah matanya suci walaupun buta :’) yang bisu, ia juga tak pernah berbicara hal yang sia-sia, tak berghibah, tak menyakiti hati orang lain dengan lisan yang tajam itu.. masya Allah, mulutnya suci walaupun ia bisu, yang bisu itu tak pernah bermaksiat dengan mulutnya.. juga yang tuli, ia tak pernah mendengarkan pembicaraan yang buruk, mendengarkan gosip tidak jelas, tidak mendengarkan berita buruk, tidak menjadi benci ketika orang lain menghina mencacinya karena ia tak perlu mendengar… yaa,, sungguh mereka pun beruntung.. beruntung sekali,, berkurang jatah dosanya dari salah satu yang dapat membawa pada kehancuran dirinya…



dan.. seharusnya kita yang memiliki “kelebihan” ini sangat sangaaaaat beruntung :)kenapa?? karena seharusnya kita dapat memanfaatkan dengan baik segalanyaaa.. mata kita digunakan untuk melihat semua yang baik-baik (bertambah pahala kita).. mulut kita digunakan untuk berbicara yang baik-baik, tidak menyakiti hati orang lain, tidak membicarakan aib orang lain, tak ada kata-kata kotor yang keluar dari mulut manis kita :) hanya mengajak pada kebaikan dan kesabaran [kembali bertambah pahala kita].. telinga kita digunakan untuk mendengarkan segala yang baik-baik, bukankah tak hanya pahala yang kita dapat?? tapi juga ilmu dan keimanan yang mendalam..

sudahlah,, kita hanya perlu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.. jangan sampai kita seperti yang disebutkan dalam Q.S Al-Baqarah (2) : 18 berikut,


صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
Mereka tuli (dari ajaran-ajaran yang haq), bisu (untuk menyatakan kebenaran) dan buta (untuk melihat hakekat), maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),

itulah orang-orang munafik, telinganya tak dapat menerima ajaran yang haq, mulutnya tak mampu menyampaikan kebenaran dan mata hatinya buta untuk melihat kalimat-kalimat Allah.. naudzubillah, semoga kita dijauhkan dari kemunafikan.. semoga telinga ini masih mau mendengarkan kebaikan, semoga mulut ini masih bisa menyerukan kebaikan juga kesabaran, semoga mata ini senantisa diberikan petunjuk dan dibukakan mata hati agar dapat menerima cahaya Allah.. aamiin.. :)

semangat menyeru kebaikan ^________^




salaam,

No comments:

Post a Comment

terimakasih untuk selalu berkomentar baik ;)

Large Grey Polka Dot Pointer