Kalo kamu pikir langit itu biru (cerah penuh awan), kamu hanya melihatnya sedikit. Langit itu pekat dan gelap, dan bagiku indah. Langit itu luas menebas jarak, dan bagiku mengagumkan. E.H

Saturday, November 12, 2011

sebuah cita-cita :)

DITOLAK!!!

terhenyak seketika.. bayangkan, proposal yang telah aku susun dengan rapi, kubuat kata-kata yang sedemikian rupa agar bisa diacc ibu sama bapak ternyata ditolak???

yup.. proposal pengajuan “ingin kuliah di perguruan tinggi negeri” ditolak… padahal aku sudah membuat step by step “how to get it”, matang.. Insya Allah.. sematang ayam goreng malam itu, lebih tepatnya “gosong” .. huft –”


sebelumnya ingin cerita kenapa pengen banget buat masuk PTN, bahkan lebih gilanya lagi ingin dapet beasiswa total “nol rupiah” di institute ternama, ya seengganya “grade” di situ tinggi biar agak “dilirik” kalo ngelamar kerja… salah kah??? tentu tidak… mendengarkan cerita kesibukan sahabat tercintalah yang memotivasi diri untuk kuliah di PTN.. lalu merasakan kesibukan sebagai “mahasiswa normal” dengan berbagai kelompok belajar mereka, ekskul, ikut ADK (ya.. tempat amanah baru), belum terbebani untuk bekerja (itu pikirku, ya walupun aku harus bekerja keras atau lebih tepatnya belajar keras memutar otak agar aku bisa “sekolah geratis” tanpa membebani orang tuaku)… kubuat susunan proposal itu dengan terperinci. dimulai dari nilai PKLku harus baik, laporanku selesai sesuai target, mendapat tempat magang di bandung, sidang dengan hasil sangat memuaskan, uji kompetensi dengan nilai yang baik, ikut bimbel untuk SNMPTN, lolos SNMPTN dan masuk “kampus itu”, lalu aku lulus dengan nilai yang baik di sekolahku.. aku harus ambil ujian kelas IPA kalo aku mau ke “kampus itu”, dan tentu saja aku tak ingin mengambil jurusan elektro (lagi) :D aku akan mengambil Fakultas MIPA… jika aku masuk FMIPA di “kampus itu” maka aku akan melanjutkan kuliah di sana, tapi jika tidak di “kampus itu” mending aku kerja sambil kuliah aja deh –” (tapi aku optimis bisa ko,gradenya lebih rendah dari fakultas yang lain soalnya… heheh, dan aku juga akan belajar sungguh-sungguh untuk ujian itu)..

pertama, setelah kubacakan proposal itu agar diacc ibu, ibuku setuju saja kalau memang di “kampus itu”, tapi ketika kubacakan pada bapak langsunglah beliau mengutarakan pemikirannya (lebih tepatnya penolakan secara halus.. hemmeeeh). jadilah saat ibu hendak “menandatangani” tanda diacc langsung “merobek” proposal itu (kejam sekali kalimatnya, merobek –“)..


sarjana sience?? ya, aku pikir dengan menjadi ahli di bidang astronomi aku bisa jadi Al-Zarqali (Arzachel) berikutnya.. hmmm,, sarjana pendidikan?? :) tapi aku bisa jadi penerus kartini dengan menjadi guru…


kata bapak, “kamu tu berpikirnya yang realistis saja tho nduk, ora sah muluk-muluk“. hmm,, menurut beliau, aku lebih baik bekerja sambil kuliah di perguruan tinggi swasta.. jika memang ingin MIPA ya lebih baik ambil FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) biar sekalian jadi guru saja, “ndak usah jadi pemikir.. jaman sekarang ini sulit kalo cuma jadi pemikir.. apa lagi kamu perempuan, nduk.. nantinya menikah, punya anak.. kalo jadi guru kan ga terlalu sore dan masih bisa ngurusin rumah, tetap masih bisa memenuhi kewajiban seorang istri.. coba mikirnya jangka panjang..”

iya sih,, tapi tak boleh kah seorang perempuan menjadi peneliti luar biasa di bidang astronomi seperti Al-Zarqali? atau kimia seperti Jabir Ibn Haiyan? atau fisika seperti Ibn Al-Haitham? atau matematika seperti Al-Battani?.. saat membaca ayat-ayat al-quran, Maha Suci Allah.. betapa banyak ayat tentang perbintangan, reaksi kimia, ekonomi, biologi, sejarah, dan masih banyak lagi… banyaaaak, teramat banyak.. dan itu sangat menarik bagiku…

tapi… menjadi pakar pendidikan, bukan kah itu juga luar biasa?? menjadi guru, menyebarkan ilmu, membuat murid jadi cerdas dan bermutu.. ya, bermutu.. coba berpikir sejenak, Indonesia ini tidak maju salah satunya karena apa? masyarakat yang tidak jujur?? tak usahlah jauh jauh kepada para koruptor yang jelas-jelas moralnya rusak!! terlalu jelas terlihat!! tapi lihat polisi di jalan yang menerima uang hasil tilang, atau sekolah favorit yang menerima murid sogokan!! haa?? masihkan disebut sekolah favorit?? dari mana favoritnya sekolah macam itu? menerima uang haram?!! hah! sungguh sejak semula nilai pendidikan runtuh!! sebegitu berpengaruhnya kah uang???? itu hanya sejumput sampah keduniaan!! sesungguhnya kehidupan akhirat itu lebih baik..

baiklah, setelah berpikir panjang ternyata menjadi guru-pun luar biasa.. guru yang bisa membangun jiwa-jiwa pemuda indonesia yang baik dengan keimanan dan ketaqwaan pada Rabb-nya.. ya,, jadi guru yang bisa memotivasi murid-muridnya agar semangat belajar dengan menumbuhkan kejujuran, menanamkan nilai-nilai moral yang baik dalam jiwanya, sehingga membentuk seseorang yang berguna.. bukan kah amanah menjadi guru itu besar?? :) apapun pekerjaannya, asalkan selalu diniatkan untuk beribadah tentulah menjadi berkah dan ladang amal…


yeaaaaaaaaaah!!! semangat meraih cita-cita \(^^)/

No comments:

Post a Comment

terimakasih untuk selalu berkomentar baik ;)

Large Grey Polka Dot Pointer